30 Peserta Ikuti Kursus Lisensi D PSSI di Balikpapan Bersama Tiga Pemain Profesional Aktif

Kursus Kepelatihan Lisensi D PSSI yang diadakan di Balikpapan baru-baru ini menarik perhatian dengan keikutsertaan 30 peserta dari enam daerah di Kalimantan Timur. Acara ini berlangsung dari 1 hingga 6 Juni 2026 dan menjadi lebih istimewa karena melibatkan tiga pemain profesional yang masih aktif dalam dunia sepak bola. Dengan kehadiran mereka, diharapkan peserta dapat belajar dari pengalaman langsung para atlet yang telah berpengalaman di lapangan.
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Sepak Bola
Asosiasi Kota (Askot) PSSI Balikpapan melaksanakan kursus ini sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam olahraga sepak bola di daerah tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai kota, termasuk Balikpapan, Samarinda, Bontang, Berau, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser. Dengan beragam latar belakang, kursus ini diharapkan dapat membuka peluang baru dalam pengembangan sepak bola di Kalimantan Timur.
Pembukaan Resmi Kursus
Acara pembukaan kursus ini dilaksanakan dengan meriah di SMA Negeri 4 Balikpapan, pada Selasa, 2 Juni 2026. Momen ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan, serta beberapa pejabat penting lainnya, termasuk Ketua Askot PSSI Balikpapan, Sukisno Winata, dan Kepala SMAN 4 Balikpapan, Agus Budianto. Selain itu, dua coach educator, Jeksen F. Tiago dan Yusuf Amir Pohan, juga turut memberikan arahan kepada para peserta.
Pemain Profesional Berperan dalam Kursus
Dari 30 peserta yang terdaftar, terdapat tiga pemain profesional yang aktif berkompetisi, yaitu M. Hidayat dari PSIS Semarang, serta Brian Cesar dan Beni Okto dari Persiba Balikpapan. Keikutsertaan mereka tidak hanya menambah nilai pada kursus, tetapi juga memberikan inspirasi bagi para pelatih muda yang ingin mengembangkan keterampilan mereka dalam dunia kepelatihan.
Pentingnya Pelatihan Berlisensi
Sukisno Winata, Ketua Askot PSSI Balikpapan, mengungkapkan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap sekolah sepak bola (SSB) di Balikpapan menjadi faktor pendorong utama untuk meningkatkan jumlah pelatih yang kompeten dan memiliki lisensi resmi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa para pelatih dapat memberikan pendidikan yang berkualitas kepada para pemain muda.
- Menumbuhkan minat sepak bola di kalangan anak-anak.
- Memberikan pelatihan yang terstruktur dan berstandar.
- Meningkatkan kompetensi pelatih lokal.
- Membangun fondasi untuk pembinaan pemain muda yang berkelanjutan.
- Menjawab kebutuhan akan pelatih berkualitas di setiap SSB.
Struktur Pelaksanaan Kursus
Kursus ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi teori dan praktik. Sesi teori dilaksanakan di SMA Negeri 4 Balikpapan, tempat yang telah berulang kali dipercaya untuk menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan ini. Praktik lapangan, di sisi lain, dilakukan di Lapangan Sepak Bola Sebaru, yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk menerapkan teori yang telah dipelajari dalam situasi nyata.
Dukungan dari SMAN 4 Balikpapan
Kepala SMAN 4 Balikpapan, Agus Budianto, menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan olahraga. Dia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi lokasi pelaksanaan materi teori kursus ini, menandakan komitmen sekolah dalam mendukung aktivitas positif di bidang olahraga.
Lisensi D PSSI: Langkah Awal dalam Kepelatihan
Kursus Lisensi D merupakan jenjang pertama dalam sistem kepelatihan yang diterapkan oleh PSSI. Ini menjadi syarat dasar bagi pelatih untuk dapat menangani pembinaan pemain usia muda secara resmi. Dengan mengikuti kursus ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi pelatih yang efektif.
Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya sekadar memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga berfungsi sebagai langkah strategis untuk pengembangan sepak bola di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur. Melalui program-program seperti ini, diharapkan akan lahir pelatih-pelatih berkualitas yang mampu mencetak generasi pemain unggul di masa depan.
Melihat antusiasme dari para peserta dan dukungan dari berbagai pihak, kursus ini menjadi lebih dari sekadar pelatihan biasa. Ini adalah investasi untuk masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik. Dengan pelatih yang berlisensi dan berkualitas, kita dapat berharap untuk melihat prestasi yang lebih baik di level nasional dan internasional.