Sekjen LMP Puji Keputusan Pemerintah Tidak Perpanjang Izin RKAB Galian C di Palu dan Donggala

Keputusan pemerintah untuk tidak memperpanjang izin Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk pertambangan galian C di Kota Palu dan Kabupaten Donggala mendapatkan pujian dari Sekretaris Jenderal Laskar Merah Putih (LMP), Abdul Rachman Thaha. Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah positif yang menunjukkan perhatian pemerintah terhadap isu lingkungan di daerah tersebut.
Pentingnya Mempertimbangkan Lingkungan
Abdul Rachman, yang akrab disapa ART, menekankan bahwa masalah tambang galian C tidak bisa dilihat dari sudut pandang ekonomi semata. Pendapatan daerah dan penciptaan lapangan kerja adalah dua aspek penting, namun ada hal yang lebih mendasar yang harus diperhatikan, yaitu dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan pertambangan.
“Kita harus bertanya, apakah kita ingin mengejar pendapatan dengan mengorbankan lingkungan, atau justru menghindari malapetaka yang bisa terjadi akibat kerusakan tersebut?” ungkap ART dalam keterangan resminya, mengajak semua pihak untuk berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari keputusan yang diambil.
Menjaga Keseimbangan Alam
ART menegaskan bahwa banyak negara di dunia ini telah memilih untuk menjaga dan melestarikan kawasan pegunungan mereka, yang memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ia mencatat bahwa di berbagai belahan dunia, pegunungan tidak boleh dirusak karena memiliki fungsi sebagai “pasak bumi”.
“Coba lihat negara mana pun, tidak ada pegunungan yang mereka rusak. Mereka sangat menyadari bahwa gunung adalah bagian penting dari ekosistem yang harus dilestarikan,” tegasnya, menunjukkan pentingnya kesadaran akan lingkungan dalam pengambilan keputusan terkait pertambangan.
Pemerintah Daerah Perlu Berinovasi
Menanggapi situasi ini, ART menyatakan bahwa pemerintah daerah harus lebih berani dalam mencari sumber pendapatan alternatif. Ia menyoroti bahwa membuka kebijakan yang berpotensi merusak lingkungan bukanlah langkah yang bijak. Pendapatan dan lapangan kerja bisa diperoleh melalui cara lain yang tidak mengancam keberlanjutan lingkungan.
- Inovasi dalam sektor ekonomi ramah lingkungan.
- Pengembangan sektor pariwisata yang dapat meningkatkan pendapatan tanpa merusak alam.
- Peningkatan keterampilan masyarakat untuk beradaptasi dengan pekerjaan baru.
- Pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
- Kerjasama dengan organisasi lingkungan untuk program konservasi.
“Jangan hanya berfokus pada pendapatan dan lapangan kerja, karena bencana bisa saja mengintai. Ada banyak cara lain untuk mengejar pendapatan dan membuka lapangan kerja tanpa merusak lingkungan,” tambahnya dengan tegas.
Peran Pemimpin dalam Mencari Solusi
ART juga mengingatkan bahwa pemimpin daerah memiliki tanggung jawab besar untuk berinovasi dalam mengembangkan ekonomi. Mereka harus memiliki keberanian untuk mengeksplorasi alternatif yang tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga menjaga kelestarian alam.
“Itulah tugas seorang pemimpin, untuk berani berpikir di luar kotak dan mencari solusi yang tidak merusak lingkungan. Kebijakan yang diambil harus mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan,” harapnya.
Koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan
Lebih jauh, ART mengungkapkan bahwa ia pernah melakukan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia untuk melakukan penilaian langsung terhadap dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang galian C di Sulawesi Tengah, khususnya di Palu dan Donggala.
“Saya telah menyampaikan kepada BPK RI untuk melakukan penghitungan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh galian C di Palu dan Donggala, yang pada akhirnya dapat menimbulkan kerugian finansial bagi negara. Temuannya sangat signifikan,” ungkapnya, menekankan urgensi tindakan cepat dalam menangani isu ini.
Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan pemerintah daerah dapat menemukan cara yang lebih baik untuk mengelola sumber daya alam tanpa harus mengorbankan lingkungan. Keberanian untuk mengambil keputusan yang berorientasi pada keberlanjutan adalah kunci untuk menghadapi tantangan masa depan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan, diharapkan dapat tercipta kebijakan yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga menjaga warisan alam untuk generasi mendatang. Dengan demikian, Palu dan Donggala tidak hanya akan menjadi daerah yang kaya akan sumber daya, tetapi juga dikenal sebagai daerah yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.





